Entradas populares

Percakapan Hati

Akhir-akhir ini ada hal aneh yang terjadi pada diri gue, gue jadi sering ngelamun, entah itu disekolah, angkot, rumah, wc, pokonya dimana ada tempat duduk disitulah pasti gue ngelamun. Ada banyak hal yang
biasanya gue lamunin, tapi hanya 1 hal yang akhir-akhir ini gue lamunin, kamu. I feel in love with you.
Selalu ada suara yang melintas ketika gue ngelamun, suara yang berasal dari diri gue sendiri. Suara hati. Kata-kata yang tidak terucap, terucap begitu saja oleh hati.. kata-kata bohong, begitu jujur ketika diucapkan oleh hati. Ketika mulut berbicara “lagi males pergi sama kamu”, hati selalu bicara “plis, paksa aku pergi sama kamu”
Hujan deras turun, pada saat itu lagu ‘Aku dan Dirimu – BCL & Chrisye’ berputar dari hp gue. Sore itu, terjadi percakapan antara gue dan hati.
“Menurut lu gue harus gimana ?” ujar gue.
“Gimana apanya ?” sahut hati.
“Tentang perasaan yang gue rasain” jawab gue.
“Maksudnya cinta yang tak terungkap ?“
Setelah terdengar kata itu gue tersadar, gue langsung tarik napas dalem-dalem lalu ngeluarin secara perlahan. Cinta yang tak terungkap ? bener juga sih. Apa gue harus mendem terus perasaan ini ? atau ? kenapa coba cewek (kamu) itu ga mau ngungkapin duluan ?
“Ah lu ga gentle, masa harus cewek yang ngungkapin duluan ? teriak hati.
“Tapi ga salahkan ? lagian gue pengen punya cewek yang beda, yang berani ngungkapin perasaannya duluan”
“Bener juga sih, tapi emang ada cewek yang kaya gitu?”
“Gue berharap ada” jawab gue.
Hujan makin reda, ada jeda cukup panjang ketika gue mengakhiri percakapan internal  itu. Saat itu hp gue mulai memutar lagu ‘Cinta Pertama (sunny) – BCL’
“Ti, menurut lu sekarang dia lagi ngapain?” Tanya gue.
“Entah, menurut lu ?”
“Entah, gue cuma bisa ngebayangin senyumnya aja”
“Manis ?”
“Banget. Eh ti, apa dia mikiran gue, kaya gue mikirin dia?”
“Berharap aja”
“Haha, gue berharap terlalu banyak”
“Berharap itu ga ada batasnya kok”
“Iya sih…tapi”
“Iya, tapi lu juga harus punya tindakan, jangan berharap mulu”
“Tau gue juga, ini lagi diusahain” tutup gue.
Kayanya percuma mendem perasaan itu. Seperti bom waktu, bisa meledak kapan aja dan ada dua tipe ledakannya. Kalo ga meledak jadi pengungkapan perasaan, paling meledak jadi air mata. Gue dan orang lain pun sama, tidak mau ledakan bom-nya menjadi tipe yang kedua.
Mulai sekarang, gue juga udah sedikit berani berbicara menurut hati, tidak menurut lidah yang terkadang berbohong. Ya, semoga orang lain pun sama bisa berani mengungkapkan sesuatu menurut suara hatinya.










¡Compártelo!

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

 

Labels

Tentang Blog

Ini hanyalah catatan keseharian seorang pria yang ingin dibagikan kepada masyarakat.
Catatanku Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger