Pett
!!! Pett !!! Pett !!!, suara itu selalu terdengar ketika kelas gue yaitu kelas
X-5 baru selesai pelajaran olahraga. Entah mengapa suara itu menjadi familiar
di hari Jumat ketika adanya pelajaran olahraga tersebut. Berawal dari MOS
ketika orang bernama Gusnadi dipilih menjadi KM di kelas gue. Gusnadi adalah
temen gue waktu SMP, tapi gue beda kelas sama dia. Padahal, banyak pro dan
kontra ketika
Gusnadi dipilih menjadi KM. Mulai dari Gusnadi itu orangnya aneh karna bisa ngejilat sikunya sendiri, sampe Gusnadi itu merupakan pendusta yang luar biasa, bahkan dia termasuk “5 Pendusta Paling Handal di Muka Bumi ini”. Tapi apa daya, seperti kata pepatah “Ingus sudah menjadi Upil”. Kita semua harus merima Gusnadi menjadi KM.
Gusnadi dipilih menjadi KM. Mulai dari Gusnadi itu orangnya aneh karna bisa ngejilat sikunya sendiri, sampe Gusnadi itu merupakan pendusta yang luar biasa, bahkan dia termasuk “5 Pendusta Paling Handal di Muka Bumi ini”. Tapi apa daya, seperti kata pepatah “Ingus sudah menjadi Upil”. Kita semua harus merima Gusnadi menjadi KM.
Hari
pertama masuk sekolah, Gusnadi langsung bertingkah dengan menghina
teman-temannya sendiri. Anehnya dia tidak sadar bahwa dirinya lebih hina dari
orang yang dia hina. Satu semester menjadi KM di kelas gue, Gusnadi semakin
menjadi-jadi. Awalnya gue kira dia menjadi baik, karena selalu mau
memfotokopikan apapun. Namun, di balik kebaikan tersebut, dia memiliki modus
untuk menguntungkan dirinya sendiri. Dia mematok harga fotokopian yang 1
lembarnya 150 rupiah, menjadi 1000 rupiah.
Puncaknya,
dihari Jumat ketika selesainya pelajaran olahraga. Gusnadi tiba-tiba
menempelkan telapak tangan kirinya, ke ketek kanannya, lalu dia
mengepak-ngepakan tangan kanannya. Terdengarlah alunan nada yang indah,
mengiringi bau dari keringat siswa-siswi kelas gue yang berjatuhan. Pett !!!
Pett !!! Pett !!!, itulah bunyinya.

0 komentar:
Posting Komentar