Entradas populares

Selamat Pagi

Selamat pagi.
Aku tahu, saat membaca cerita ini, di tempat kalian mungkin sedang pagi, siang, sore, atau boleh jadi malah malam hari. Di tempatku ketika memulai cerita ini juga sebenarnya sedang siang, pukul 12.00. Matahari tengah berada tepat diatas kepala, menyengat panas membakar kulit.
Selamat pagi.
Bagiku waktu selalu pagi. Diantara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut diujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh dikaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari melelahkan telah terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi; malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan.
Senyap. Hanya embusan angin dari luar yang mendesis pelan melalui lubang jendela yang sejak malam lupa aku tutup. Jam dinding bergerak detik demi detik, terdengar jelas suara detak jarum panjang bergerak. Bersamaan dengan kokok ayam aku bangun dari tidur. Segera setelahnya kumatikan radio yang tinggal menyeruakan gelombang tanpa signal. Jam telah menunjuk pukul 05.30. Saat kubuka tirai jendela, cahaya redup matahari pagi menelisik melalui sela-selanya. Aku terhenti beberapa menit untuk melihat matahari bergerak keluar dari balik garis langit. Sungguh pemandangan yang indah.
Kuaktifkan handphone ku. Suara notif muncul, sebuah pesan line dari teman lama. Aku lupa, seharusnya ketika malam tadi aku menepati janji untuk menceritakan bagaimana aku menjalani ulangan Biologi. Kubalas dengan emotikon yang menggambarkan ‘aku baru bangun’. Sebenarnya setiap pagi aku berharap ada yang memberiku pesan “Selamat Pagi”. Entah itu salah atau benar, menurutku selamat pagi itu bukan hanya “selamat pagi”, aku pikir didalamnya ada kata tersembunyi yang mengatakan “Aku memikirkan mu saat aku terbangun”.
Aku berjalan menuju dapur, menyeduh energen. Kembali ke ruang tamu dan meminumnya. Aku menghabiskan semuanya dalam satu kali tegukan__dengan tatapan kosong yang sedari tadi telah menyelimuti wajahku. Kembali suara notif keluar dari hp-ku, menyadarkanku dari lamunan kosong. Cih! sebuah sampah dari operator.
Mencoba membuang kebosanan, kubuka akun twitter__melihat siapa saja yang berada di timeline, semuanya hanya akun #nocomment. Diantara semua akun itu, ada sebuah tweet hasil retweet temanku. Mungkin ini sebuah kesempatan untuk menghapus rasa bosan. Aku coba mention temanku ini dengan mengomentari ava-nya yang sungguh basi bergambar anime, entah dari kapan dia memasangnya. Setidaknya rasa bosanku berkurang setelah berbalas mention dengan dia. Setelahnya aku matikan hp-ku.
Siang merangkak naik.
Ingar. Begitu bising suara kendaraan yang berlalu lalang. Sungguh menambah panas cuaca siang ini. Jam dinding yang sedari pagi terdengar detik demi detiknya telah hilang dimakan klakson mobil dan deru motor. Mataku sejak dua puluh menit tidak terlampau memperhatikan betapa sibuk jalanan dibawah sana. Padahal ini adalah hari Minggu. Entah apa yang mereka kejar dan tuju. Yang aku lihat hanya betapa derasnya jalanan ini oleh motor dan mobil yang saling salip menyalip.
Tidak ada salahnya hari ini aku memanjakan diri di rumah. Menikmati suasananya yang jarang sekali aku nikmati. Walaupun hari ini begitu bosan, setidaknya aku telah bertemu dengan pagi. Pagi yang menyelamatkanku dari satu hari melelahkan kemarin. Pagi yang menyelamatkanku dari satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan kemarin; malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan. Aku sangat bersyukur hidup di dunia dimana ‘Pagi’ diciptakan.
Selamat pagi.






¡Compártelo!

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

 

Labels

Tentang Blog

Ini hanyalah catatan keseharian seorang pria yang ingin dibagikan kepada masyarakat.
Catatanku Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger