Pukul 10:00 bel
istirahat di sekolah gue mulai berbunyi, begitupun dengan kicauan anak-anak di
kelas gue, tak terkecuali dengan 4 orang cewe yang baru labil yang duduk di
depan barisan gue. Merekalah yang mengundang kicauan-kicauan semakin keras.
Kicauan dari meraka berempat seperti jeritan vokalis
band 'Seurieus' ketika disunat untuk kedua kalinya. Mereka berempat termasuk cewe yang enak diajak bicara sama gue atau sama cowo lain, ga seperti cewe lain yang hanya mengobrol dengan sesama jenisnya. Dhilla, Melati, Mayang, dan Rina, itulah nama mereka berempat. Gue masih belum ngerti kenapa mereka bisa jadi sahabatan sekarang, padahal banyak perbedaan dari mereka berempat.
band 'Seurieus' ketika disunat untuk kedua kalinya. Mereka berempat termasuk cewe yang enak diajak bicara sama gue atau sama cowo lain, ga seperti cewe lain yang hanya mengobrol dengan sesama jenisnya. Dhilla, Melati, Mayang, dan Rina, itulah nama mereka berempat. Gue masih belum ngerti kenapa mereka bisa jadi sahabatan sekarang, padahal banyak perbedaan dari mereka berempat.
Sebelumnya, gue akan
ceritain keempat cewe tersebut, yang pertama Dhilla, dia orangnya aneh. Dia
suka tertawa tanpa sebab, gue kira dia itu orangnya kagak waras, ngeliat gue
senyum aja dia langsung ketawa, mungkin wajah gue kayak monyet lagi garuk
bokongnya sendiri, apalagi ngeliat temen gue yang bernama Nur, dia langsung
tertawa sampai keluar busa dari mulutnya, mungkin juga karna wajah si Nur kayak
Budi Anduk lagi ngupil pake 3 jari sambil senyum terus keliatan behelnya. Tapi,
walaupun dia aneh, dia punya pacar yang sayang sama dia.
Terus ada Melati, dia
juga orangnya gak kalah aneh dari orang yang tadi. Satu-satunya cewe yang punya
hp SonyErickson di kelas gue, sama seperti gue yang satu-satunya punya hp cina
di kelas gue. Dia cewe yang maniak game, dia lebih baik mati daripada tidak
bermain game, seperti tokoh dalam film Zombieland yang mementingkan makanan
bernama Twinkie daripada nyawanya.
Lalu ada Mayang, dia
orangnya sensitifan, tapi gue kagum sama suaranya yang ngebass, rasanya gue
pengen les privat sama dia biar suara gue juga ngebass. Terus dia orangnya
puitis abiss, bukan abiss lagi, tapi abijj bangedd. Dia juga ngebantu gue waktu
ngebuat cerpen yang judulnya “Ruangan Yang Tidak Akan Pernah Sempurna”. Gue
harap gue bisa buat cerpen lagi bareng dia, dan belajar menjadi orang yang
puitis.
Yang terakhir Rina,
satu-satunya cewe yang kata temen gue sih pengen punya bulu jenggot sama kumis,
terus kata si Dhilla, dia juga punya bulu ketek yang tiap hari suka disisir,
tapi gue sih kaga percaya. Dia merupakan rival terberat gue kalo ulangan, gue
puas semester kemaren rangking gue lebih bagus dari dia. Satu lagi, dia
merupakan murid yang paling patuh pada guru, karena ketika guru bilang kepada
si Rina agar putus dengan pacarnya, dia langsung nelpon pacarnya dan minta
putus detik itu juga. Gue sangat kagum pada si Rina, tapi ikut sedih juga karna
pacarnya diminta putus tanpa sebab. Ya, itulah mereka berempat, banyak sekali
perbedaan diantara mereka.
Mereka berempat bukan
berasal dari tempat yang sama, mereka juga bukan berasal dari SD ataupun SMP
yang sama pula. Mungkin di SMA lah mereka saling mengenal, di SMA pula mungkin
mereka saling mengikat tali pertemanan yang belum pernah terpikirkan ketika
petama kali menginjak SMA ini. Perbedaan dari merekalah yang membentuk dan
menyatukan tali yang sulit untuk bisa diputus yaitu persahabatan. Mereka dapat
merubah perbedaan menjadi persamaan yang membuat mereka menyatu, tidak seperti
orang lain yang mencari persamaan untuk menyatu. Jadi, menurut gue sih, tidak
hanya persamaan saja yang dapat menyatu, tetapi perbedaan juga dapat menyatu.

0 komentar:
Posting Komentar